Juggernaut adalah hero yang cukup populer digunakan, baik oleh kamu yang bermain dengan mode All Pick di pulic matchmaking atau para profesional di arena kompetitif. Kemampuannya yang cukup seimbang juga membuat Juggernaut menjadi hero yang serba bisa dan sangat fleksibel.
Juggernaut juga digadang oleh orang-orang sebagai hero yang paling mudah digunakan untuk meningkatkan MMR. Nah, kalau kamu ingin meningkatkan MMR kamu dalam tempo yang cepat, Juggernaut adalah pilihan hero yang tepat. Masih “kaku” dalam memainkan hero ini? Jangan khawatir, karena setelah membaca panduan ini, kamu bisa menjadi pengguna Juggernaut yang lihai!
Di ekstra late game, kalah dari hero hard carry lain
Skill Set
1. Blade Fury
Juggernaut berputar dan memberikan damage per detik di sekelilingnya. Selagi Juggernaut berputar, ia memiliki magic immunity.
Radius: 250
Damage per detik: 90/115/140/160
Durasi: 5 detik
Cooldown: 42/34/26/18 detik
Mana cost: 120/110/100/90
Blade Fury adalah skill wajib untuk Juggernaut. Di early game, kamu bisa melakukan first bloodkepada musuh yang cukup squishy dengan Blade Fury dan Boots of Speed. Selain itu, Blade Fury juga memberikan magic immunity kepada Juggernaut yang memberikannya opsi escape mechanism.
Oh iya, ketika menggunakan Blade Fury, kamu masih bisa menyerang musuh dengan serangan biasa. Hanya animasi serangannya saja yang tidak terlihat. Namun, kamu harus cermat dalam menggunakan Blade Fury di awal permainan mengingat besarnya jumlah mana yang diperlukan dan lamanya durasi cooldown.
Turnamen Dota 2 - Indonesia Games Championship 2018
Turnamen Dota 2 - Indonesia Games Championship 2018 dimulai tanggal 3 April 2018 Pendaftaran akan ditutup tanggal 28 Maret 2018
Turnamen Dota 2 - Indonesia Games Championship 2018
- Detail Turnamen :Match Day : 1. Open Qualifier : 3 - 8 April 2018 2. Main Event : 20 - 22 April 2018 Pendaftaran akan ditutup tanggal 28 Maret 2018, Jam 15.00 WIB TM tanggal 1 April 2018 via Grup WA Link pendaftaran : https://igc.duniagames.co.id/registration#dota_2 Biaya pendaftaran : 2 paket data Games Max di *363*678# Venue : 1. Open Qualifier : Online 2. Main Event : Balai Kartini, Jakarta Pertandingan Dota 2 (5 vs 5), map Tournament. Format tim: 5 (Lima) pemain Inti atau + 1 (Satu) cadangan
- Format Open Qualifer : Pertandingan dilangsungkan secara Online Single elimination round, seluruh peserta dibagi menjadi beberapa grup Menggunakan sistem best of three (BO3) No time limit/tidak ada batas waktu pertandingan Tim yang berhasil menghancurkan Ancient lawan adalah pemenang Tim yang berada di bagian atas bracket pertandingan adalah yang membuat Lobby, dan mengundang (invite) lawan ke Party 1. Hak prioritas, akan berupa pemilihan side atau urutan pick (1st/2nd Pick) 2. Di game pertama, Tim yang berada di bagian atas bagan pertandingan memiliki hak prioritas pertama untuk memilih side atau urutan pick (1st/2nd Pick) 3. Pada pertandingan kedua, prioritas pilihan tim dibalik Jika harus melakukan game ketiga, hak prioritas dilakukan seperti game pertama Kontak Peserta akan dibagikan saat Technical Meeting via grup Whatsapp Pertandingan di mulai antara Jam 17.00 - 22.00 WIB (Hari biasa) Pertandingan hari Sabtu dan Minggu, Jam 15.00 WIB - Selesai Pertandingan yang di Live Streaming : 1. Tim yang dipilih untuk disiarkan langsung, harus mengikuti jadwal panitia 2. Maksimal waktu tunggu adalah 10 Menit. Lewat dari itu akan di-diskualifikasi 3. Para tim HARUS sudah siap minimal 30 menit sebelum pertandingan di grup WhatsApp turnamen Pertandingan yang tidak di stream : 1. Tim membuat room party sendiri dengan data yang diberikan oleh panitia 2. Jika jadwal tanding tidak cocok, dipersilahkan untuk mengganti jadwal tanding dengan syarat harus disetujui oleh kedua belah pihak. Jika tidak, harus mengikuti jadwal yang diberikan panitia 3. Hanya panitia dan tim yang bertanding yang boleh berada di dalam Lobby pertandingan
- Format Main Event : Transport ke Jakarta ditanggung oleh masing-masing peserta Akomodasi ( Hotel, Makan 3x/Hari ) selama event ditanggung oleh penyelenggara Pemain dari mancanegara harus mengurus Visa Kerja masing-masing. Segala masalah yang timbul akibat kelalaian pemain dalam mengurus surat-surat kerja harus ditanggung oleh pemain itu sendiri
- Hadiah :Open Qualifier : Juara 1 masing-masing grup mendapatkan slot ke Main Event dan uang tunai senilai Rp. 1.500.000,-
Main Event : Juara 1 : Rp 60.000.000,- Juara 2 : Rp 35.000.000,- Juara 3 : Rp 25.000.000,- Juara 4 : Rp 10.000.000,- Posisi 5 - 8 : Rp 5.000.000,-
Siapa tak kenal Dota 2, game yang sudah dimainkan hampir 1,2 juta orang. Game ini jadi salah satu game dengan genre MOBA terpopuler di luar dan dalam negeri. Terlebih kehadiran turnamen Dota 2 terbesar di seluruh dunia, The International, menambah heboh game ini. Namun tahukah kamu Dota 2 awalnya bahkan bukanlah sebuah game yang berdiri sendiri? Lebih lanjutnya simak ulasan sejarah Dota 2 dari Dunia Games:
Embrio dari video game Defense of the Ancient atau Dota datang dari modifikasi game Starcraft Brood War buatan salah seorang pengguna. Map modifikasi tersebut bernama Aeon of Strife atau AoS. Dalam AoS pemain mengendalikan satu karakter dengan tujuan utama AoS adalah menghancurkan bangunan kunci milik pemain musuh. Untuk mencapai tujuan tersebut pemain dibantu oleh pasukan yang dikendalikan AI bernama “creep”.
Dari situlah muncul game bergenre MOBA untuk pertama kalinya, sebuah genre yang terlihat seperti gabungan Real Time Strategy dan Role Playing Game dengan tambahan aksi di dalamnya. Pada era AoS konsep permainan masih sangatlah sederhana, tak ada level karakter hero dan bahkan tak ada skill-skill unik tertentu. Pemain hanya bisa memperkuat karakter dengan cara upgrade menggunakan gold yang dikumpulkan dari membunuh “creep”.
Pada tahun 2002 Blizzard Entertainment merilis Warcraft 3: Reign of Chaos. Game ini membuat kehebohan tersendiri di kalangan modder (penggiat modifikasi sebuah game) Starcraft. Dengan game engine yang lebih baik dari Starcraft ditambah tools modifikasi yang lebih luwes menjadi salah satu penyebab kehebohan Warcraft 3 di kalangan modder Starcraft.
Pada saat inilah datang Eul, salah seorang modder yang berusaha membuat ulang AoS ke dalam engine Warcraft 3: ROC dengan menggunakan nama Defense of the Ancients atau DotA. Ketika masih ditangan Eul, DotA masihlah dalam tahap Alpha. Belum ada PvP lima lawan lima, hanya ada lima pemain melawan lima karakter hero yang dikendalikan oleh AI.
Setelah beberapa lama mencoba mengembangkan DotA, Eul mendadak hilang dari komunitas modder. Lalu datanglah seorang pengguna bernama Guinsoo dan Pendragon yang melanjutkan pengembangan proyek DotA. Mereka memodifikasi DotA milik Eul dan membuat DotA versi mereka sendiri yang berjudul DotA: Allstars. DotA: Allstars ini yang menjadi map DotA yang umum kita mainkan di Warcraft 3.
Seiring waktu jumlah pemain semakin banyak, pada saat inilah Guinsoo dan Pendragon mengajak Icefrog juga Neichus untuk turut membantu pengembangan proyek DotA. Berawal dari versi 4.xx, Guinsoo dan Pendragon terus terlibat dalam proyek DotA sampai versi 5.xx. Pemain semakin banyak dan kompetisi pun jadi bermunculan, sampai akhirnya map versi 5.84c v2 jadi map DotA paling stabil yang digunakan untuk kompetisi.
Pada versi awal map DotA, masih banyak hal yang belum muncul dalam game ini. Karakter Roshan baru muncul pada map versi 4.0a ketika Guinsoo pertama kali mengembangkan DotA. Beberapa hero seperti Tidehunter, Ursa Warrior, Atropos the Bane Elemental, Keeper of the Light, Tinker, Ogre Magi, Pudge, dan Sand King bahkan baru diperkenalkan pada map 5.xx.
Tahun 2005 setelah perilisan map DotA versi 6.00. Guinsoo dan Pendragon memutuskan untuk berhenti dari dunia modifikasi map. Proyek DotA pun akhirnya diteruskan oleh Icefrog sejak map versi 6.01. Memasuki tahun 2009 diketahui Guinsoo dan Pendragon ternyata bergabung dengan Riot Games dan membuat League of Legends. Meski begitu Icefrog masih terus memilihara map DotA sampai sekitar tahun 2010.
Tahun tersebut jadi titik tolak perkembangan DotA. Icefrog mengumumkan bahwa dirinya telah dipercaya oleh Valve untuk mengembangkan sekuel DotA yang berdiri dalam sebuah game sendiri bernama Dota 2. Tak seperti League of Legend ataupun Heroes of Newerth, Valve meyakinkan bahwa Dota 2 akan sama persis layaknya DotA. Sehingga para pemain lama tak perlu dikhawatirkan harus mempelajari mekanisme game dari awal lagi.
Pada 9 Juli 2013, Dota 2 akhirnya resmi terbuka untuk dimainkan secara umum. Modifikasi map Warcraft 3 tersebut pun akhirnya melanjutkan kisahnya dalam kemasan baru yaitu Dota 2. Sampai saat ini Dota 2 masih jadi salah satu game MOBA favorit. Di luar dari perdebatan yang ada di dalam komunitas, tetap saja Dota berkembang berkat antusias komunitasnya. Bahkan turnamen The International pun bisa jadi besar berkat dukungan komunitas yang turut menyumbang total hadiah yang didapatkan melalui Compendium.
Sampai saat ini sudah sangat banyak sekali perubahan yang terjadi pada Dota 2, mulai dari layout map, mekanisme hero, item-item baru dan lain sebagainya. Meski begitu perubahan-